HUBUNGAN PUTUS PENGOBATAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN AMUK PADA PASIEN GANGGUAN JIWA

Authors

  • Maharani Elvia

Abstract

ABSTRAK

Latar Belakang Gangguan jiwa merupakan bentuk gangguan dalam fungsi alam pikiran. Salah satu bentuk gangguan jiwa adalah skizofrenia. Penyebab kejadian amuk pada gangguan jiwa yaitu kurangnya dukungan keluarga dan terhentinya rutinitas minum obat. Oleh karena itu diperlukan solusi untuk meningkatkan dukungan keluarga dan pengawasan minum obat pasien gangguan jiwa agar tidak terjadi resiko kekambuhan. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi hubungan antara putus pengobatan dan dukungan keluarga dengan kejadian amuk pada pasien gangguan jiwa di IGD Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Metode Jenis penelitian adalah analitik korelasional dengan pendekatan waktu cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling:consecutive sampling dengan jumlah sampel 30 keluarga. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi Kendall’s Tau dengan tingkat signifikansi p = 0,05. Hasil Hasil uji korelasi Kendall’s Tau antara putus pengobatan dengan kejadian amuk didapatkan nilai signifikan 0,002 < p=0,05 sehingga H0 ditolak. Hasil uji korelasi Fisher’s Exact Test antara dukungan keluarga dengan kejadian amuk didapatkan nilai signifikan 0,000 < p=0,05 sehingga Ho ditolak. Faktor yang paling dominan adalah dukungan emosional Analisis Ada hubungan antara putus pengobatan dan dukungan keluarga dengan kejadian amuk pada pasien gangguan jiwa di IGD Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan semakin lama putus pengobatan dan rendahnya dukungan keluarga yang diberikan akan meningkatkan resiko kejadian amuk pada pasien gangguan jiwa.

Downloads

Published

2022-07-09

How to Cite

Maharani Elvia. (2022). HUBUNGAN PUTUS PENGOBATAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN AMUK PADA PASIEN GANGGUAN JIWA. JURNAL KEPERAWATAN, 16(1). Retrieved from https://nersbaya.poltekkesdepkes-sby.ac.id/index.php/nersbaya/article/view/24

Issue

Section

Articles